Updates

Just wanted to write some rambling that have been in my mind for quite some time:

  1. I have been trying to give up reduce sugar and carbs from my daily intakes. Not really dieting, it is just I believe my body is not as clever as it was couple years before. Since reached the big 3, my metabolism is kinda slowing down and certain health problems started to be heard from some peer friends. I decided it is time to adjust life style a bit to gain greater good in the future. E has been following keto (although not very strict) diet and had lost quite significant amount of weight. I wanted to follow initially, but I guess it doesn’t cut out for me (or the other way around? haha). I still can’t bring myself to increase my red meat intake, savour more on fats (although I do love avocado), and I still can’t give up noodles and breads for good. No significant weight loss / gain so far, but I feel like I can concentrate better now and more energetic. Will update more on this (or not.. haha)
  2. We finally gave up the girls’ school bus as it doesn’t make sense anymore to pay $200/mth while they are able to go home by public bus themselves. The routine now, we drop the girls to the school very morning and we manage to arrive at work way earlier. I signed up flexible hours at work which the official working hours for me now will start and ends one hour earlier than usual. Verdict: so far I will always finished at similar time as before haha.. I guess, with flexi hours I turned out to be less efficient than before. Gotta work on this better.
  3. It seems that 2017 – 2018 was a tough year for construction business. Some companies including ours face challenging situation which require some adjustment in the business model. Familiar faces no longer spotted as they are trying to do their best somewhere else. Although we are still doing fine, I sincerely hope that the situation is improved for all.
  4. Everyday I do feel the necessity to back to my active self like the last 3-4 years. But… ya ampun malasnya ya Tuhaaaann….
  5. Related to no. (1), these days I feel the crave for carbs and sugar. Not the type of craving like I really want to eat, I just think my body needs / asks for it in order to survive because..
  6. I just found out last week that I am pregnant… and not pregnant in the same time. As mentioned before, my body is not clever enough to realize this, so it keeps on sending signal like, “You need to rest” of “I guess you really need this food” while actually the one I really need now is, “just allow me to move on please”.
Advertisements
Posted in meracau | Leave a comment

Etika Berdebat

Udah dari beberapa bulan ini, timeline di medsos kayanya rameeee banget sama berita dan opini politik. Dari dulu sih ya, tapi kayanya bulan-bulan ini yg lagi ngetren itu terkait Pilkada DKI yg bakal diselenggarakan tengah bulan Feb ini (eh bener kan ya?!)

Isi beritanya kadang lucu, kadang bikin gemes, kadang bikin miris. Abisan kynya pandangan politik sekarang-sekarang ini kynya ud gak menganut pakem LUBER kaya jaman dulu ya? ceile referensinya LUBER banget kaya jaman dulu, hihihi..

Yang lucu itu kalo udah ada meme meme kreatif, tapi gemes dan miris kalo udah ada adu debat antar pendukung paslon yang ujung-ujungnya udah gak lucu lagi dan malah bikin gerah. Salah satunya yang gue pernah baca dari account salah seorang yg lumayan famous, dimana beliau hanya menyuarakan opini pribadi plus latar belakangnya, di account pribadinya juga. Surprisingly (Not), postingannya jadi lumayan rame dengan komen-komen plus perdebatan yang hmm….. menarik..

Sejujurnya gue sih ngerasa debat itu ada bagusnya utk tau pendapat orang lain and how they have come to their argument. Isi kepala orang beda-beda dan menurut gue itu indah, kalo sama semua ya hidup gak bisa jalan dong, karena gak ada variasi. Dari perbedaan itu ya kita jadi belajar menghargai orang lain, belajar kalo orang lain mungkin percaya sesuatu yang mungkin beda dengan kita. Makanya pelajaran debat itu masuk kurikulum sekolah di beberapa negara dan ada pertandingannya, biar anak2 bisa belajar gimana mempertahankan pendapat dan menyampaikan argumen plus referensinya dengan cerdas.

Sayangnya, banyak gue liat perdebatan apalagi kalo udah masuk konten politik berbalut agama, udah cukup jauh dari yg gue pikir sebagai perdebatan sehat.

To note ya, gue sendiri gak punya hak pilih dan gak punya preferensi pasangan yg mana, lah wong tinggal dan nikmatin suka dukanya aja enggak kok. Cuman kalo nonton saut2an dari pendukung ini itu kok jadi gimanaaaa gitu. Sampe masalah agama dan akidah dibawa-bawa. Ini yang bikin miris sih, gak bisakah debat dengan kepala dingin? Sedih loh kalo baca debat tapi ujung2nya malah nyerang pribadi pihak yang lain. Dan makin sedih kalo perdebatan ini antara mereka yg punya akidah sama.

You may not agree with what she/he believes, gak apa-apa kok. Ada yang namanya “agree to disagree”. Pendapat gue pas baca pun, both of the sides punya argumen yg masuk akal kok, hanya diliat dari sisi yg berbeda. Referensi yang dipake sama (Al-Quran) tapi dengan pengertian alim ulama yg berbeda. Salah?! menurut gue sih belom tentu ya, karena iijtihad orang kan beda-beda. Yang disayangkan cuman, ketika pihak yg lain teguh pada pendiriannya, pihak yg lain akhirnya mencerca. Ndak perlu loh sebenernya pake bilang harus ganti akidah lah, ngerti Quran gak, ulamanya siapa lah, atau pantes aja pengertiannya cmn segitu lah dihijab aja enggak, etc. Menurut gue sih ini udah tanda-tanda perdebatan gak sehat karena jadi menyerang pribadi yg lain karena tidak sejalan pemikirannya, walaupun pada awalnya konten argumen yg dikasih cukup bagus.

Please ya teman2, berdebatlah dengan sehat. Kalaupun pihak lain is not buying your idea, it is not the end of the world. Begitu kita mulai emosi dan terpancing dengan meremehkan pihak lain, disitulah kita menunjukkan bahwa kita tidak cukup kuat mempertahankan argumen kita. Kalaupun kita merasa perdebatan jadi tidak berujung ya tinggalkan aja. Kembali aja ke “agree to disagree”, daripada krn perdebatan setitik rusak silaturahmi sebelanga. Toh semuanya juga pasti demi masa depan yang terbaik ya kan? kan? 

Salam damai dan semoga sukses ya Pilkadanya! ūüôā

Posted in meracau | 1 Comment

hujan di luar jendela


Karena diluar lagi hujan dan gue kedinginan, jadinya gak semangat kerja dan milih update blog aja. Maaf jangan ditiru ya, mumpung lagi gak banyak deadline aja

Singapur akhir-akhir ini hujan melulu, tiada hari tanpa hujan kayanya. Dari jendela udah bisa keliatan bagian mana yang lagi hujan. Lucu aja liatnya karena kurang lebih bisa ngira-ngira kalo bagian gue ini bakal hujan jam berapa

Judulnya ngeluh kah? Enggaaa… setelah episode panas berbulan-bulan kemaren, hujan ini kaya angin surga. Suhu jadi drop ke normal atau bahkan lebih sejuk dan angin mulai bertiup segar. Kemaren-kemaren pas panas kan meski ada hujan sesekali tapi abisnya sumpek banget, gak seger aja

Kekurangannya musim hujan ini cuman satu, jatohnya pas bulan puasa dan bulan juni. Hubungannya? Bulan juni biasanya orang banyak cuti sehingga kantor kosong melompong. Ditambah hujan dan puasa, di kantor rasanya pingin selimutan aja deh saking dinginnya. Gue sampe bilang sama temen kantor kalo gue pingin bawa bantal ke kantor. Dia ketawa, gue sih gak becanda sebenernya

Kalo liat keluar jendela lagi hujan gini keliatannya kaya tinggal di negeri awan. Semuanya putiiiiih ketutup hujan. Kalo lagi gini jadi mikir anak-anak di rumah lagi ngapain ya, apa mereka mikirin gue juga kalo liat hujan gini? *ge-er*

Jadi inget tadi pagi marah-marah sama kakak pas sahur, gara-garanya dia gak mau minum air putih barang segelas. Ngakunya kenyang dan gak bisa makan banyak kalo pagi buta, tapi bibirnya udah pecah berdarah-darah dari kemarin tanda kurang minum. Sampe gue ultimatum gak usah puasa aja kalo gak minum. Anaknya sampe bete balik tidur dengan muka dibenam di balik selimut

Sejujurnya gue kesel gak cuman gara-gara itu, tapi juga karena kakak gak makan nasi sama sekali. Badannya makin cungkring aja semenjak puasa sementara emaknya kagak, untung masih liburan. Sementara nanti kalo udah balik sekolah kegiatannya bakal balik padet kaya biasa, baek-baek dia gak pingsan kurang makan. Sekarang aja badannya udah selembar gitu sementara (lagi-lagi) emaknya kagak, gimana entar? 

Salah gak sih kalo gue kuatir? Tapi sekarang jadi kepikiran apa tadi gue terlalu keras ya.. Telpon ke rumah aja deh

hujan… hujan… kamu suka bikin kepikiran deh..

 

Posted in meracau | 1 Comment

Celoteh Bocah

satu waktu anak dua berantem melulu, dan gue (untuk ke sekian kalinya) gak sabar dan merepet panjang lebar:

Gue: “kalian ini ya, gak bisa apah rukun?! dikit2 berantem. udahlah kalian cuman berdua, kalo nanti kalian gak rukun mau minta tolong sama siapa lagi cobak? lalalili tratakdungjes bzzzttt……”

Dedek: “mamah, why are you talking nonsense?” *kalem*

Gue: “………………………….”

——————————————————————————————–

Kakak: “mah, aku bosen di pesawat duduknya di belakang melulu. lain kali aku pingin di depan dong!”

Gue: “lah kan dikasih sama mbaknya di belakang biar lega?!”

Kakak: *pas masuk pesawat lewat bagian Business Class* “NAH! AKU MAUNYA DISINI DONG MAAAAHH……”

Gue: *kabur*

——————————————————————————————–

Di loket..

Mas-masnya: “… and how old are the kids, mam?”

Gue: “6 and 3 years old, thank you.” *ngelirik tulisan, ‘free admission for kids 6years and below’*

Kakak: *merengut* “hey mamah, I am already 7 years old you know?! and dedek also 4 years old now! why you forgot?!”

Gue: *jitak*

——————————————————————————————–

Dedek: “mamah, why tante A and M are not coming?”

gue: “because they are in Bandung right now, dek”

Dedek: “oh my Gosh, are you seeeriouss??”

Gue: *biasa aja kali dek, cuman di Bandung kok bukan di Bulan*

——————————————————————————————–

nyetel music buat bahan latihan kakak ujian balet awal tahun depan

Kakak: *humming* “one two three.. one two three… right left right.. stop”

Dedek: “one two three four five six.. seven eight nine ten.. eleven twelve..”

Gue: *terserah maumu lah dek*

Posted in keira, meracau, nadine, parenting | 1 Comment

Gue dan Motor

bisa dibilang kalo orang Indonesia itu hidupnya pasti deket sama motor. kata siapa? kata gue sih. abis, motor itu salah satu moda transport yg paling murah sih saat ini. yang gak perlu pake urat sama otot makenya, kecuali kalo abis disenggol orang hihihi..

hidup gue sendiri dari kecil hampir gak bisa lepas dari motor. jaman kecil dulu, kendaraan pertama yg bokap gue punya ya motor. seperti kebanyakan anak-anak¬†jaman 80-90an (ato sampe sekarang ya?), gue juga kenyang keliling-keliling kota berempat (gue, bonyok, dan adek gue yg cewek) naek motor. dari yg duduk di tengah antara bokap sama nyokap, sampe akhirnya naek ‘pangkat’ bisa duduk di paling depan. lumayaaan, bisa liat pemandangan. cuman lebih prone masuk angin sih, haha.. inget banget dulu bokap pake Honda Astrea 800, kayanya keluaran thn 80an awal deh. baru pas adek gue yg cowok lahir, bokap udah punya mobil. jd sekeluarga kalo pergi-pergi udah gak pernah pake motor lagi. yakale bawa tiga ekor bocah pake motor, bisa2 yang satu diiket di stang XD

karena rumah gue yg gak kejangkau sama angkutan umum, jadinya kita rely banget sama servicenya… ojek. kalo mau naek angkot sih bisa, tapi buat ke ‘depan’ komplek itu kudu naek ojek dulu. mau jalan¬†terus naek rakit, air terjun ketiga belok kiri¬†juga bisa sih, sekitar 1.2kilometer jaraknya. daripada konde copot dan bedak luntur sebelom naek angkot, kan mending kita naek ojek lahayy…..

karena jam terbang yg tinggi dengan ojek dari jaman gue sekolah sampe kuliah, jadinya udah piawai banget tuh naek ojek *smug*. not really proud of this, tapi gue dulu bisa loh multi-tasking pas lg dibonceng ojek. ibaratnya bisa sambil ngeringin rambut, cabut bulu ketek, kayang, pake maskara, dan ngetik steno di atas motor sementara abang ojek manuver ke kiri ke kanan ngehindarin mobil, motor lain, dan kadang-kadang… bis pariwisata! *pingsan*

baidewei gue sendiri gak bisa nyetir motor loh. jadi ya pangkatnya paling jauh cuman tukang bonceng. alesannya sederhana, takut mati. luck gue jelek banget untuk sesuatu yg beroda gak paralel, seperti sepeda, roller blade, etc. sekalinya naek sepeda keluar komplek aja udah kena senggol ojek. jadi gue memutuskan, daripada bersaing di jalan sama ojek rebutan tempat, mending gue naekin aja deh. abis perkara.

oke kita lanjutin..

pas kuliah, terus kan gue pacaran sama bapaknya anak-anak ya *ahem*, sempet momotoran juga kita. karena gue cewek high maintenes ya, jadi tiap hari ya dianterin balik loh sama pacar huihihihi.. gue gak minta sih, tapi ya rejeki masa ditolak toh? lumayan irit duit ongkos, bisa buat jajan bakso. si pacar juga gengsi masa gak nganterin, walo berujung bolong di kantong. awal-awal masih gaya pake mobil, lama-lama berat juga ye bensinnya buat bolak-balik padasuka Рcipaganti tiap ari. daripada duitnya buat ngasih makan mobil, mending buat ngegendutin pacar. lama-lama mobil berganti jadi motor juga, yang duile ternyata lebih uzur aza loh daripada motor bokap gue, Astrea C70. panggilan sayang kita buat si motor, Astuti.

perjalanan sama si Astuti juga sedap sedap senep sih. motornya udah bisa dibilang udah tua renta, jadi jalannya pelan pake banget. mau dimuseumkan juga kayanya masuknya kudu dipapah dulu. disusul vespa itu sudah biasa, mogok pas ujan itu biasa, di tanjakan disuruh turun gara-gara kurang tenaga juga biasa. udahlah disuruh turun, suruh ndorong pula. kurang sayang bijimana cobak. kalo abis dipake ada aja problemnya. ya lampu seinnya ngaplek lah (lampu seinnya masih yg model nempel di samping gitu), gak bisa distarter lah, ya lampu besarnya copot lah. yang ini sih bikin nyokap gue dulu lega. soalnya pacar jd gak diem lama-lama di rumah, lah wong sebelom gelap udah mesti jalan. gak ada lampu bok, kalo gak bisa ditangkep pulisi nanti huihihihi.. akhirnya sih lampu bisa diakalin, bisa nyala tapi dilakban item bolak balik biar nempel, sungguh kurang cantik.

yang epic dari si Astuti, satu waktu dipake nganterin gue balik dari ospek malem yang mana gue nyampe rumah sekitaran jam setengah satu malem. setelah pacar pamit balik gue pergi mandi. gak nyampe 15 menit ada telepon ke rumah, yg ngangkat si mamah. ternyata dari si pacar. gue pikir gile si Astuti canggih banget, sekarang bisa nganter dari rumah gue sampe tujuan dalam waktu 15menit aja. mungkin Astuti sudah berubah jadi Buraq. ternyata si pacar belom nyampe rumah (pastinya). dese nelpon dari wartel (btw sekarang masih jaman wartel gak sih?), minta dijemput karena ternyata di jalan rantai si Astuti memutuskan untuk copot. dese tiada tempat mengadu kecuali gue yg dia yakin jam segitu masih belom tidur. gue sama nyokap akhirnya jemput sambil ngakak. Astuti sementara dititip di wartel biar dijemput besoknya. lagian siapa yang mau juga sih ya, kalo dibegal juga kayanya bakal dianterin balik ke rumah ūüėÄ

nasib Astuti ujungnya agak tragis, karena dirasa sudah harus pensiun, akhirnya pacar beli motor baru (tetep gak mampu kalo harus pake mobil). abis itu gue merasakan lagi naik motor yang sebenarnya. singkat kata abis lulus kuliah ya gak pernah motor-motoran lagi. gue pindah ke bangkok, pacar juga pindah kerja ke singapur.

abis itu? gak pernah motor-motoran lagi. terakhir itu 6 tahun yang lalu pas nengok sahabat yg baru lahiran. itupun abisnya sukses jackpot gara-masuk angin. maklum, naek motornya bisa dibilang kaya antar kota antar propinsi, jauh bener hihihi..

Moral of the story:

ternyata tante penakluk ojek pada akhirnya akan¬†renta juga ketularan Astuti…

Posted in meracau | 2 Comments

haiii…

gara-gara kemaren ngobrol sama ciwi ciwi gossip (minta digampar XP), jadinya keingetan (lagi) kalo gak pernah nulis lagi disini, huahahaha…

maklum, dunia luaran ngeri bok, takut kena semprit. hatiku kan sehalus sutera, gak kuat kalo dikomen aneh-aneh. by the way, ada niatan nulis cerita liburan tahun kemaren sih. doakan saya ya semoga masih tetep niat, insya Allah masih inget detilnya berbekal notes dan foto-foto di HP.

yaudah gitu aja, see you (hopefully) soon!

Posted in meracau | 4 Comments

bersyukur

basi banget kalo mau curhat blog mati suri, abisan tiap posting gue keluhannya itu-itu mulu hahaha.. mending kita beneran cerita aja ya, menumpahkan isi hati secara spontan.

sering liat orang curhat tentang kebahagiaan yg mereka baru terima, kok gue ikutan gatel ya. bukan gatel pengen ikut2an (padahal iya sih), tapi gue jadi mikir kok betapa banyak kesenengan yang gue dapet tapi kayaknya gak nyadar ato gak disyukuri aja gituh. jadi nginget-nginget betapaaaa banyak nikmat yang gue dapet minimal dalam tahun ini.

1. sehat, baik diri sendiri maupun keluarga. nikmat paling ternikmat ya, alhamdulillaaaaaah banget. biar kata pinggang bukannya makin tipis tapi malah melebar, tapi asal masih bisa beraktifitas normal setiap hari tuh rasanya luar biasa banget yah.

2. anak-anak yang makin besar (tentunya, masa mengecil?!) dan manis-manis. alhamdulillah dikasih dua anak yang pengertian. gak susah ngasuh dan bawa jalan-jalannya. walaupun gue masih 50-50 antara dasar anaknya yg manis ato gue yang terlalu sering mengasah tanduk, tapi so far sekarang gue ngerasa santai banget kalo mau bawa anak dua ini pergi walau tanpa bapaknya. jarang tantrum, mau makan (dan lumayan banyak), gak banyak minta aneh-aneh, mau disuruh jalan, bisa diajak belanja sesuatu yg rahasia dari bapaknya walo akhirnya pasti cerita juga:¬†“aku tadi anter mamah beli listik!” (-__-)

3. kantor yang makin fleksibel. biar kata kerjaan nambah, tanggung jawab nambah, rasanya bersyukur banget sekarang kantor bisa lebih fleksibel. bisa off pas lagi perlu, bos yang pengertian, klien yang bisa diajak ngobrol, dst. walau kadang suka iri (manusiawi kan ya?) sama orang lain, tapi rasanya gue tetep harus bersyukur dengan keadaan gue sekarang ini. kondisi kerjaan bisa dibilang masih stabil, gak banyak gonjang ganjing kaya cerita dari beberapa teman gue. semoga yang terpengaruh bisa cepat dapet jalan keluarnya.

4. dapet anggota keluarga baru!……. bukan dari gue ya pastinya. alhamdulillah nadine no longer jadi cucu terkecil dari kedua belah pihak. yes, maksudnya dari pihak emir dan pihak gue. sekitaran lebaran kemaren ponakan cowok dari adeknya emir lahir, dan sekitaran 1st quarter tahun depan gue insya Allah dapet ponakan dari adek gue. ternyata kalo liat adek sendiri hamil tuh lebih terharu ya daripada hamil anak sendiri, apalagi pas ditunjukkin hasil usg-nya, berasa pengen mewek. tiap hari bawel nanyain kapan ke dokter dan nanyain makan apa aja. pantes dulu banyak yg bawel ya sama gue, jadi malu dulu sempet misuh-misuh, padahal mah itu semua out of love yah :’)

5. keira udah bisa naik sepeda roda dua. bodo amat kalo orang bilang ginian aja dibilang achievement, tapi gue bangganya ruar biasa. apalagi dia belajar sendiri karena termotivasi sama sepupu-sepupunya, berasa gak salah ngedidik deh *gada hubungannya sih*

6. anak-anak resmi bakal masuk sekolah baru tahun depan, mellow banget liatnya. gue masih inget banget pas pertama liat muka si baby fresh out of my tummy dengan kulit biru dan badan berlendir-lendir, eh tahun depan si bayi udah masuk esde aja. bayi satu lagi juga udah mulai masuk pre-nursery di mantan sekolah kakaknya. curiga nih hari pertama sekolah gue bakal mewek bombay.

7. keira udah bisa baca! ini juga salah satu gratitude gue tahun ini. tentunya bukan gue yang ngajarin, thanks to I can read karena gue gak bisa ngajarin baca, apalagi kalo mesti pake bahasa inggris.

banyak yah ternyata? dan kebanyakan ter-emak-emak banget deh. gue pada dasarnya adalah orang yang amat sangat pesimis jadi kalo ada pencapaian tertentu tuh rasanya hebat banget. contohnya: gue dulu pesimis bakal bisa nyetir, dan pernah nangis jaman smp karena ngerasa gak bakalan bisa punya boobies (hellaaaw!!!). jadi kalo bisa punya achievement standar tuh berasa kalo ternyata I am actually a normal person, who can ‘produce’ normal person as well.

aniweeeei… selain yang diceritain diatas, gue juga bersyukur banget dikelilingin sama teman-teman yang hebat-hebat dan baiknya gak ketulungan. offline maupun online. makasih semuanya, you rawk :’)

sekian dulu, dan ya Allah itu Alexa Chung cantik amaaaaaaaattt!!!!

*ngeblog sambil nonton E!*

Posted in curhat, meracau | 4 Comments