Etika Berdebat

Udah dari beberapa bulan ini, timeline di medsos kayanya rameeee banget sama berita dan opini politik. Dari dulu sih ya, tapi kayanya bulan-bulan ini yg lagi ngetren itu terkait Pilkada DKI yg bakal diselenggarakan tengah bulan Feb ini (eh bener kan ya?!)

Isi beritanya kadang lucu, kadang bikin gemes, kadang bikin miris. Abisan kynya pandangan politik sekarang-sekarang ini kynya ud gak menganut pakem LUBER kaya jaman dulu ya? ceile referensinya LUBER banget kaya jaman dulu, hihihi..

Yang lucu itu kalo udah ada meme meme kreatif, tapi gemes dan miris kalo udah ada adu debat antar pendukung paslon yang ujung-ujungnya udah gak lucu lagi dan malah bikin gerah. Salah satunya yang gue pernah baca dari account salah seorang yg lumayan famous, dimana beliau hanya menyuarakan opini pribadi plus latar belakangnya, di account pribadinya juga. Surprisingly (Not), postingannya jadi lumayan rame dengan komen-komen plus perdebatan yang hmm….. menarik..

Sejujurnya gue sih ngerasa debat itu ada bagusnya utk tau pendapat orang lain and how they have come to their argument. Isi kepala orang beda-beda dan menurut gue itu indah, kalo sama semua ya hidup gak bisa jalan dong, karena gak ada variasi. Dari perbedaan itu ya kita jadi belajar menghargai orang lain, belajar kalo orang lain mungkin percaya sesuatu yang mungkin beda dengan kita. Makanya pelajaran debat itu masuk kurikulum sekolah di beberapa negara dan ada pertandingannya, biar anak2 bisa belajar gimana mempertahankan pendapat dan menyampaikan argumen plus referensinya dengan cerdas.

Sayangnya, banyak gue liat perdebatan apalagi kalo udah masuk konten politik berbalut agama, udah cukup jauh dari yg gue pikir sebagai perdebatan sehat.

To note ya, gue sendiri gak punya hak pilih dan gak punya preferensi pasangan yg mana, lah wong tinggal dan nikmatin suka dukanya aja enggak kok. Cuman kalo nonton saut2an dari pendukung ini itu kok jadi gimanaaaa gitu. Sampe masalah agama dan akidah dibawa-bawa. Ini yang bikin miris sih, gak bisakah debat dengan kepala dingin? Sedih loh kalo baca debat tapi ujung2nya malah nyerang pribadi pihak yang lain. Dan makin sedih kalo perdebatan ini antara mereka yg punya akidah sama.

You may not agree with what she/he believes, gak apa-apa kok. Ada yang namanya “agree to disagree”. Pendapat gue pas baca pun, both of the sides punya argumen yg masuk akal kok, hanya diliat dari sisi yg berbeda. Referensi yang dipake sama (Al-Quran) tapi dengan pengertian alim ulama yg berbeda. Salah?! menurut gue sih belom tentu ya, karena iijtihad orang kan beda-beda. Yang disayangkan cuman, ketika pihak yg lain teguh pada pendiriannya, pihak yg lain akhirnya mencerca. Ndak perlu loh sebenernya pake bilang harus ganti akidah lah, ngerti Quran gak, ulamanya siapa lah, atau pantes aja pengertiannya cmn segitu lah dihijab aja enggak, etc. Menurut gue sih ini udah tanda-tanda perdebatan gak sehat karena jadi menyerang pribadi yg lain karena tidak sejalan pemikirannya, walaupun pada awalnya konten argumen yg dikasih cukup bagus.

Please ya teman2, berdebatlah dengan sehat. Kalaupun pihak lain is not buying your idea, it is not the end of the world. Begitu kita mulai emosi dan terpancing dengan meremehkan pihak lain, disitulah kita menunjukkan bahwa kita tidak cukup kuat mempertahankan argumen kita. Kalaupun kita merasa perdebatan jadi tidak berujung ya tinggalkan aja. Kembali aja ke “agree to disagree”, daripada krn perdebatan setitik rusak silaturahmi sebelanga. Toh semuanya juga pasti demi masa depan yang terbaik ya kan? kan? 

Salam damai dan semoga sukses ya Pilkadanya! 🙂

Advertisements

About charissarhanie

twenty (okay okay.. thirty!) sumthin young working mum. loves eating but hates cooking (dont ask). eager to do any traveling and always waits for holidays around the corner
This entry was posted in meracau. Bookmark the permalink.

One Response to Etika Berdebat

  1. Arman says:

    pilkada kali ini emang heboh banget ya.. moga2 lancar dan damai dah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s